Jika kebetulan Anda melewati wilayah Cianjur, lalu berniat
menghilangkan lapar ataupun membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah,
mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat. Cianjur dikenal sebagai
produsen beras kualitas premium, sayur dan buah segar dengan kualitas
prima dan penganan khas seperti tauco, gula semut serta aneka manisan.
Iklim pegunungan yang relatif sejuk, menjadikan Cianjur memiliki
tradisi kuliner yang sangat beragam. Bubur Ayam Cianjur, Bandrek, Sate
Maranggi, Kue Moci, Kue Ape, Geco, Dendeng Belut,dan lain-lain.
Jika Anda memulai perjalanan dari arah barat melalui jalur Puncak
Bogor, maka di sepanjang jalan Anda akan menemui berbagai komoditas
hasil pertanian yang sangat menggiurkan. Brokoli, wortel, edamame
(kacang kedelai Jepang ), Kabucha (Labu parang Jepang), kailan, pisang
tanduk ukuran jumbo, bengkuang, talas, sayuran seledri (bukan bumbu
masak), daun labu siam, terubuk , yang digantung dengan penataan yang
sangat menarik . Beberapa diantaranya adalah produk-produk organik.
Bila Anda mulai merasa kedinginan , tak ada salahnya menikmati jagung
baker aneka rasa yang ditawarkan di sepanjang jalan. Namun bila makanan
utama yang menggugah selera Anda, tak ada salahnya Anda mampir di
restoran "Simpang Raya" dengan menu unggulan hidangan padang .
Menuruni jalur Puncak menuju Cipanas di sebelah kiri jalan ada Rumah
Makan "Kalimantan" dengan menu unggulan nasi tim ayam Iklim Cianjur yang
cenderung sejuk menjadikan menu ini terasa pas di lidah, meskipun
konsep bumbunya tergolong minimalis. Di sebelahnya, RM " Sate Shinta"
yang menawarkan menu sate kambing dan sate ayam. Melahap sate kambing ,
nasi putih hangat ditemani Cah Kangkung atau Karedok akan mengembalikan
stamina Anda yang kelelahan dalam perjalanan.
Setelah melewati Pasar Cipanas dan Istana Presiden di pertigaan
menuju gadog kea rah kiri, di jalur utama sebelah kanan, di emperan
bangunan yang cukup luas, Anda bisa menemukan kedai sederhana yang
terkenal sebagai "Maranggi Pacet", yang buka dari pagi hingga petang
menawarkan menu Sate Sapi Maranggi khas Cianjur. Sebagai pelengkapnya
Anda bisa memilih setangkup nasi uduk berwarna kuning atau ketan bakar
gurih yang kenyal dan hangat.
Sekitar 500 m berikutnya, jika Anda ingin membeli oleh-oleh, mungkin
Toko Kue "Okeke" bisa menjadi pilihan dengan pilihan aneka roti
berukuran mungil dengan berbagai pilihan rasa. Daging asap, jagung
manis, durian, keju susu adalah favorit para pengunjungnya.
Menuruni jalur perbukitan memasuki wilayah Cianjur, di kawasan
Cangklek dan Panembong terdapat dua RM "Mang Nana", warung nasi Sunda
dengan konsep rumahan yang sangat kental. Babat Goreng, sambal terasi
dan aneka lalaban Sunda yang tergolong unik bisa Anda nikmati di sini.
Kalau bukan orang Sunda , mungkin Anda akan merasa asing dengan daun
bunut, gandaria, tespong, keresmen dan sejenisnya.
Menjelang Tugu Adipura yang menjadi pintu masuk wilayah kota Cianjur,
di sebelah kanan jalan ada Kedai "Batagor Ihsan" yang menawarkan
Batagor, Batagor kuah, Es Cianjur dan aneka jus buah segar. Bersebelahan
dengan Batagor ihsan, ada juga "Mie Ayam Katineung" yang menawarkan
menu unggulan Mie Ayam Baso yang cukup nendang dan bisa dijadikan
pilihan untuk mengusir kantuk.
Dari bundaran Tugu Adipura, melaju ke arah selatan (Sukabumi )
sepanjang 4 km berikutnya Anda bisa menemui dua cabang RM" Sunda Rasa"
di Jalan Abdullah Bin Nuh dan Jalan Raya Cianjur-Sukabumi (Pasar Warung
Kondang). Menu unggulannya adalah olehan kulit sapi yang dimasak dengan
bumbu minimal tapi menghasilkan kelezatan optimal. Menu pilihannya
adalah paket kulit campur, kikil, lidah, limpa, babat, tulang telinga
yang ketika berpadu dengan sambal tomat mentah sungguh menghasilkan
persenyawaan rasa yang sempurna. Anda juga bisa menikmati aneka pepesan,
empal daging, sop buntut, dan masakan Sunda lainnya.
Tapi jika yang Anda cari adalah aneka jajanan pasar, maka yang
tergolong lengkap adalah "Toko Shanghai" tepat di persimpangan Jalan
Siti Jenab dan Jalan Mangun Sarkoro. Di toko ini Anda bisa menikmati
aneka kue basah seperti Kue Mangkuk, Kue Celorot, Kue Talam Ubi, Kue
Talam Suji, Kue Lapis, Bika Ambon Suji, Nagasari, Lemper, dan juga
Bacang (Semacam buras berisi irisan daging sapi berbumbu kecap yang
dibungkus daun Hanjuang, salah satu penganan yang dipengaruhi budaya
peranakan Cina).
Bila Anda punya cukup waktu untuk menghabiskan petang dan malam hari
di Cianjur , manjakanlah lidah Anda dengan melanjutkan perjalanan
memasuki jantung kota Cianjur. Melewati Jalan Muwardi lurus hingga
persimpangan jalan Suroso dan Jalan Mangunsarkoro, di sebelah kanan
jalan ada Kedai "Martabak Cianjur" dengan berbagai isi dan topping yang
memanjakan lidah. Tersedia juga kue pukis dengan aroma santan yang
begitu pekat. Hm...serasa lumer di lidah.
Melanjutkan perjalanan menurun melewati Jalan K.H. Hasyim Ashari
(Warujajar) sebelum persimpangan Jalan Arif Rahman Hakim, di sisi kanan
jalan Anda akan menemukan spanduk " Sate Maranggi Warujajar" yang
terbilang legendaris di Cianjur. Pemiliknya adalah generasi kedua dengan
konsep cukup sederhana namun paduan bumbunya benar-benar meresap.
Teknik marinated/ perendaman yang memadai menjadikan serat daging sapi
berwarna kemerahan dengan aroma karamel menyeruak berpadu dengan aroma
ketumbar dan lengkuas. Jika Anda tak cukup sabar untuk mengantri tempat
duduk di sini, hindari mengunjungi kedai ini di puncak masa liburan
pasca Lebaran. Belasan mobil bisa berjejer rapi di sepanjang jalan ini
hanya untuk menikmati kelezatan Sate Maranggi Warujajar ini.
Lain ceritanya jika hujan gerimis turun rintik-rintik di wilayah
Cianjur, maka tak ada jajanan lain yang paling sesuai selain Bubur Ayam
Cianjur. Bubur Ayam Cianjur yang paling ramai pengunjungnya adalah
"Bubur Ayam Sampurna" di mulut Pasar Bojong Meron Jalan Mangun Sarkoro
(Jalan Raya) Cianjur. Pada era tahun 70-an , bubur ayam ini mangkal di
depan Toko Sampurna. Tokonya sendiri telah bersalin rupa menjadi toko
lain, tapi bubur ayam di depannya tetap membawa nama Toko Sampurna
sekalipun akhirnya berpindah menempati lokasi barunya di Pasar Bojong
Meron. Di puncak musim liburan, mungkin akan terasa kurang nyaman,
karena antriannya sangat panjang menyerupai antrian kassa di supermarket
menjelang awal bulan. Keunggulan Bubur Ayam ini adalah kelembutan bubur
nasinya, kesegaran bahan-bahannya, juga racikan pepes usus, ati ampela
dan daun bawang yang meskipun bumbunya minimalis, tapi tak sedikitpun
menyisakan amis di lidah. Emping melinjo adalah sentuhan akhir yang akan
menyempurnakan rasanya
Di kota Cianjur sebenarnya tak sulit menemukan bubur ayam cianjur
yang lezat, karena hidangan bubur ayam adalah menu sarapan utama bagi
kebanyakan penduduk Cianjur. Di sepanjang jalan di sudut mana pun di
kota Cianjur, dalam radius 100 meter minimal kita bisa menemukan dua
gerobak bubur ayam, terutama di pagi hari. Beberapa bubur ayam yang juga
layak dinikmati adalah "Bubur Ayam BRI" di kawasan Jalan Suroso (dahulu
kawasan Su Gwe), "bubur ayam Jayakarta" depan toko besi Jayakarta Jalan
mangun Sarkoro, "Bubur Ayam Rumah Sakit" di depan RSUD Cianjur Dr.
Muwardi, dan lain-lain.
Geco adalah hidangan berikutnya yang layak dicicipi jika Anda sedang
berada di Cianjur. Geco tertua yang ada Cianjur adalah "Geco Nusasari"
di pertigaan jalan Siti Jenab dan Jalan Siliwangi. Geco adalah hidangan
sepinggan yang terdiri dari irisan ketupat, rebusan tauge, mie sagu,
dengan siraman bumbu tauco yang pekat dengan irisan daun bawang , bawang
putih , kecap dan tomat. Toppingnya adalah irisan kentang goreng, tahu
goreng ditemani kerupuk sagu. Hm...manis, asam , segar menjadi paduan
yang pekat di lidah.
"Lotek dan maranggi LP" di depan Lapas Cianjur di jalan Aria
Cikondang juga merupakan pilihan apik yang akan memenuhi selera Anda
akan hidangan yang lezat tapi sehat. Penggemar Mie Yamin juga akan
terpuaskan di kedai "Mie Yamin Mang Utis" jalan Siti Jenab 52.
Sebelum meninggalkan Kota Cianjur, tak ada salahnya Anda menyusuri
sepanjang Jalan Dr. Muwardi di mana terdapat beragam toko oleh-oleh yang
menjual Beras Cianjur, Kue Moci, Bandrek Cianjur (Cap Pigeon), Keripik
Belut, serta manisan Cianjur. Sedikit bergeser ke arah jalan HOS
Cokroaminoto, ada Toko Manisan "Mulia Sari" (dahulu Ny. Tan) yang
terkenal dengan olehan manisan homemade tanpa penambahan gula bibit dan
bahan pengawet. Meskipun harganya sedikit lebih mahal, tapi akan
menjamin manisan yang lebih segar dan lebih sehat. Favorit para
pengujung adalah adalah manisan mangga muda, manisan salak , dan manisan
pala .
Demikianlah sekilas informasi kuliner Kota Cianjur, sayang bukan jika
jajanan lezat tersebut Anda lewatkan begitu saja. Jadi....pastikan Anda
mampir sejenak setiap kali melewati kota sejuk yang bermottokan Cianjur
Bersemi (Bersih, Indah dan Memikat) ini...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 komentar:
Post a Comment